Selasa, 07 November 2023

Kenapa, Kapan dan Bagaimana B&W . . ?






Seorang fotografer yang berniat mengabadikan foto hitam putih harus mengetahui dengan persis alasannya dan mengapa dia tidak perlu mengabadikan semua warna.

Apa pesan yang ingin disampaikan si pembuat foto ?  . . . .



Kenapa harus B & W
Karena B&W mampu menghadirkan kesan klasik, historik dan murni/jujur apa adanya.
            B&W akan memaksa kita untuk melihat bentuk daripada warna.
Karena dengan BW,  membuat POI ( Point Of Interest ) menjadi lebih jelas.
Berkesan lebih baik, unik dan ( Artistik )
Mempertegas detail sehingga lebih terlihat.
Karena warna enak dimata, sedangkan B&W lebih kenak dihati.


Kapan membuat B & W
Jika terlalu  banyak warna warni yang  harus diredam sehingga perhatian terhadap objek utama, kemungkinan akan terpecah.
Karena situasi dan kondisi Pencahayaan yg over eksposure sehingga light meter kamera sering tertipu.
Kondisi tempat tidak memungkinkan ( alias bocor ),
Cuaca mendung sehingga foto kurang menarik.
Ketika kita sanggup, berimajinasi dengan semua yang serba warna, menjadi B&W.


Bagaimana membuat B &W       
            Diusahakan setting B&W dikamera
Perhatikan lebih dalam tentang komposisi dasar.
https://www.scribd.com/doc/246667312/19-Komposisi-Dasar-pdf
Diperlukan penonjolan bentuk dan pencahayaan.
Bayangan juga sangat berperan penting dalam sebuah foto hitam putih.
Set 0 pada Light meter. Dan ditempatkan bagian shaddow ( bayangan ).






























Senin, 17 Juli 2023

Belajar Memotret . . .Yuk ! : Beda foto story dengan foto essay

Cara bercerita khas fotografer,
lalu apa bedanya dengan Foto Essay ?

Fotografi bisa jadi adalah salah satu media untuk bercerita yang paling efektif. Bahkan seringkali dengan tehnik fotografi yang baik akan  dapat menggugah perasaan dibandingkan dengan tulisan semata. Karena banyak orang bisa menulis, tapi sedikit yang bisa mengarang, dan banyak orang yang bisa motret, tapi jarang yang bisa membuat foto yang bercerita.
Foto Essay  : menceritakan sebuah kisah, dan biasanya selalu ada pesan yang ingin dibangun  / atau disampaikan dan bertujuan sesuatu,  misalnya mengingatkan pemirsa akan bahaya narkoba,  pentingnya pelestarian lingkungan dan lain-lain. Foto-foto tersebut bisa dibuat di tempat dan dengan subjek foto yang berbeda-beda tapi masih dalam, satu topik yang sama.
Photo story/picture story – Bercerita tentang seseorang, tempat atau situasi, ada bagian awal, tengah dan akhirnya. Misalnya cerita tentang kehidupan seorang petani, dokter,Jukir ( Juru Parkir ) , dll.
K


Saran kalau ingin membuat Essay foto / foto story.
 1, Tentukan dulu, topik misalnya cerita kegiatan seseorang selama sehari, atau essay  tentang lingkungan hidup yang tercemar
  2, Riset – Cari informasi tentang topik yang dipilih sama juga utk membuat film documenter.
  3, Rencanakan foto-foto yang akan diambil (pemandangan, karakter/portrait, seni budaya, dll)
  4, Membuat foto di lokasi dan waktu yang telah direncanakan. Biasanya langkah ini yang paling banyak memakan waktu
  5,  Editing dan pemilihan foto, dan jangan lupa menambah caption ( sebatas diskripsi, untuk lebih memperkuat isi / pesan foto ).





Untuk membuat Essay Foto rangkaian foto bercerita (photo story) yang bagus, kita tidak hanya membutuhkan pengetahuan bagaimana membuat foto yg baik, tapi juga ketrampilan untuk bercerita. Kita membutuhkan ide/topik, membuat perencanaan. Selain itu kita membutuhkan kerjasama antara otak, mata dan hati. Dengan kerjasama antara ketiganya dengan baik, kita bisa mengetahui kapan  dan dimana saat yang tepat untuk membuat foto. Semoga materi ini bisa menjadi bahan pelajaran kita bersama .

Menangkap Moment Ekspresi


Menangkap moment ekspresi . . . ( arah pandang )

Ketika kamera sudah ON,  Light meter oke,  eksposure pas, dan matering  sudah diatur, dan komposisi sudah disiapkan . . . Tinggal menekan tombol rilis KLIK  . . . . ( saat inilah . . .  nama Fotografer  tsb, dipertaruhkan ).  Karena setiap moment dan  komposisi  dalam sebuah peristiwa adalah tanggung jawab fotografer,  untuk mengabadikannya. Apakah dia orang awam, amatir, tukang foto atau . . . seorang  Profesional.  Akan kelihatan pada karya dan hasil akhir dari kerjanya.  Mengeksekusi suatu peristiwa.


Moment tepat ( decisive moment ) awalnya diperkenalkan  oleh Henri Cartier Bresson fotografer asal perancis, Moment  itu sulit untuk didefinisikan tapi hal ini bisa dirasakan karena berpengaruh langsung pada emosi  pemerhati foto.
Dan ketika mendapat Moment yang tepat, bisa dipastikan foto itu akan lebih hidup /  berjiwa,.


" penerus generasi " scan negatif 1994

Moment secara umum bisa dbagi menjadi  5  :
  1. Moment  puncak  /  gerakan  / klimaks ( contoh nelayan menyebar jala,  puncaknya adalah saat menebar jala dengan jala yg masih membuka, petani  dengan ayunan cangkulnya ketika posisi cangkul masih diatas inilah yang disebut moment puncak.
  2. Moment ekspresi memandang, terkejut, berteriak, menangis, tertawa dll.
  3. Moment aktifitas tubuh, meloncat, menarik kaos, ( biasa difoto olah raga ) dll.
  4. Moment unik, bermain, duduk, sembunyi, dll akan selalu ada hal2 tak terduga disekitar kita.
  5. Moment yang tepat harus dengan komposisi yang tepat pula, caranya dengan memasukkan elemen pendukung pada komposisi agar  cerita  / foto yang kita buat kuat.


" he lihat . . "  disebuah pagelaran seni tari kolosal . Candi Jabung Kab Probolinggo.

Arah pandangpun ternyata bisa dijadikan subyek yang menarik dari foto yang akan kita hasilkan.
Tapi persoalan akan timbul jika kita tidak dapat memanfaatkan moment yang sepersekian detik itu.




















" paran iku, lare . . . ? " ( bahasa tengger ) sisi lain saat persembayangan diPura Agung POTEN, Bromo

Memang tidak mudah untuk mendapatkan  decisive moment ala Henri Cartier Bresson, dimana  kita bisa mendapatkan moment yang tepat dengan komposisi yang cocock,
tidak ada . . .  jalan lain selain harus siap sedia dengan kamera dan lensa yang tepat disetiap saat, waktu dan  peristiwa.



" bersembunyi "  Moment Unik saat, sang bapak serius, diprosesi sodoran masyarakat Temgger, 
desa wonotoro, Kec Sukapura . Probolinggo



Cara lain yaitu, kita cukup membuat komposisi  yang cocok dan tinggal menunggu objek yang kuat, lewat dan masuk dalam Format . . . frame yang kita buat.



Sabar . . .   menunggu  Objek dan Moment adalah salah satu jawabannya.







Pre-wedding yang tidak dijajah pasar



Workshop Fotografi, Chandra Wilwa Tikta 
Pandaan 24 Febr 2016


Sejarah Pre-wedding



1. Tidak ada sejarah yang pasti kapan  Foto Prewedding itu mulai ada dan popular.

2.Berawal dari kebiasaan, Hi class ( royal wedding bangsa eropa ), yang acara pernikahan dikemas, seperti sebuah  acara Premiere Film ,& lebih popular dengan Engagement Photo.

3.Selamjutnya beberapa, Pose mesra pasangan , sinetron asia berbau percintaan , seperti meteor garden dsb. Turut berperan mempopulerkan Pre – Wedding.

4.Dan, era 90an, pasca terbukanya sistem Ekonomi Cina  dari yang sangat Komunis bergeser menjadi sedikit lebih Kapitalis, Konsep pre wedding photography lebih berkembang sangat pesat di cina, 

5. Setelah itu, berkembang di Taiwan, Hongkong, Jepang, hingga akhirnya menyentuh Indonesia.
6 Photo pre-wedding.  telah  menjadi trendsetter Asia.
Culture  dan sifat alami manusia. Asia terkenal dengan orang-orang yang ramah dan menyukai keindahan,  juga faktor alam yang indah sehingga mereka suka mengabadikan moment yang menurut mereka akan menjadi kenangan dan cerita bahagia, keturunan mereka.
7.Pada awal thn 2000,Istilah Prewedding hanya populer di Indonesia.
Fotografi prewed (begitu biasa disebut) terjadi karena kebiasaan di sini yang ”melebarkan” kegiatan pemotretan perkawinan sampai ke segala segi. ( lebih kepada pengembangan bisnis )
8. Fotografi prewed hanya memotret sepasang calon pengantin  untuk keperluan,:
Seperti untuk menghias undangan, untuk foto yang dipasang di ruang resepsi, dan secara umum hanyalah foto dua manusia yang sedang berbahagia.
Fotografi prewed mewajibkan seorang fotografer  punya daftar tempat-tempat yang bagus untuk latar belakang dan style pemotretan.
9.Jangan sepelekan bisnis  fotografi prewed ini.
Walau  umumnya sudah satu paket dengan fotografi pernikahan, fotografi prewed telah menjadi batu loncat ratusan fotografer pemula untuk terjun ke dunia  professional.
Fotografi prewed adalah cabang fotografi komersial yang termudah sekaligus tersulit

Menguji kemampuan fotografer,  dalam hal Ide, gagasan, konsep, tehnik dan kemampuan  fotografi, juga penguasaan pemasaran, negoisasi, deal harga, dll.


1. Berdiskusilah anda dengan klien pasangan  calon model  pre-wed Anda.
a.Sudahkah punya gambaran tentang  Konsep, Tema yang ingin dibuat,
b.Gali informasi keinginan klien kita sebanyak- banyaknya . . .
c.Syukur kalau klien kita, sudah ada, gambaran contoh fotonya . . . ( tinggal eksekusi )
d.Tawarkan, beberapa  Ide / gagasan  menarik dari Anda untuk foto  keperluan pre-wed klien.
 
2.Pelajari keinginan klien kita dengan sebaik-baiknya, disana akan kita temukan beberapa point penting tentang  keinginan klien, persiapan, waktu, lokasi,transport, akomodasi, tempat, property dan  budget / anggaran yang lain.

3. Persiapkan survey, spot pemotretan,  arah jatuh sinar matahari ( jika memungkinkan ), Siapkan waktu pemotretan foto pre-wed klienAnda. Lakukanlah foto pre-wed tiga bulan sebelum acara hari H pernikahan. Untuk mendapatkan cahaya yang baik selama sesi pemotretan berlangsung, Anda bisa melakukan pemotretan pada pukul enam sampai sembilan pagi, atau sore hari pada pukul empat sore hingga satu jam sebelum matahari tenggelam. ( Golden Hours )

4. Tentukan lokasi untuk sesi pemotretan foto pre-wed anda. Sesuaikan, lokasi pemotretan   dengan konsep yang sudah Anda miliki agar foto pre-wed terlihat sinkron dengan konsep yang ingin Anda usung.

5. Transport, akomodasi : Menyesuaikan dengan kebutuhan  ( Pemotretan / lokasi )

6. Siapkan juga tempat : Base camp selama foto session berlangsung,
 ( Isoma, ruang ganti baju dll )

7. Siapkan seorang penata rias / Make up artis untuk foto pre-wed Anda. Make-up yang bagus akan membuat foto pre-wed Anda terlihat indah dan lebih menarik.

8.Memilih kostum / Wardobe, untuk pre-wed Anda. Sesuaikan kostum Anda dengan konsep pre-wed yang Anda inginkan agar foto Anda tidak aneh.

9. Siapkan properti tambahan agar foto pre-wed Anda terlihat unik dan lain daripada yang lain.






2.      Ekspresi – Menurut saya, hal yang paling penting dalam fotografi prewedding adalah menangkap ekspresi pasangan yang anda foto. Untuk mendapatkan ekspresi yang ideal, seorang fotografer harus mampu menjiwai klien nya, dan membuat mereka merasa nyaman dipotret oleh kita. Pendekatan harus dilakukan mulai sejak pertemuan pertama dengan klien. Dengan bersikap ramah, dan mendengarkan secara seksama apa yang mereka inginkan, adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan hati mereka.
Jika waktu mengizinkan, bertemulah sekali lagi sebelum photosession, agar dapat mengenal lebih dalam lagi karakter dari klien anda. Gunakan waktu ini juga untuk berkonsultasi dengan mereka, dan menyamakan ekspektasi anda dan mereka. Bicarakan mengenai konsep, pakaian, dan jelaskan cara anda bekerja secara sekilas.





Foto Pre-Wedding Ekspresi #1




Foto Ekspresi on Wedding #2















3.      Lokasi – Untuk pemilihan lokasi tempat pemotretan, biasanya klien akan punya beberapa pilihan yang mereka inginkan. Sang fotografer juga tentunya harus memberi saran beberapa tempat yang bagus untuk sesi pemotretan tersebut. Jangan lupa untuk memilih lokasi yang sesuai dengan tema pemotretan anda. selalu memilih sebuah lokasi yang tidak terlalu ramai, terutama pada saat2 awal pemotretan, agar lebih mudah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan klien, dan menghindari kegugupan dari mereka karena ditonton oleh orang2 sekitarnya.




Foto Pre-Wedding kekuatan Lokasi #1

4.      Wardrobe / Busana – Untuk  memperkuat visualisasi pasangan dari tema photo Prewedding anda, bahwa pasangan ini setia seia sekata  ( disimbolkan, kesamaan warna, motif . . . ) Jangan lupa memilih kostum untuk pre-wed Anda. Dan Sesuaikan kostum Anda dengan konsep pre-wed yang Anda inginkan agar foto Anda tidak aneh.





       Waktu – Sang fotografer sebaiknya menjadwalkan sesi pemotretan pada sekitar matahari terbit ataupun terbenam. ( Golden Hours ).  Kelvin Koh dari Singapura, selalu mengatur jadwal pemotretan tepat sebelum matahari terbit, dan sebelum matahari terbenam. Dia akan pastikan untuk memulai sesi pemotretan pada jadwal tersebut, agar mendapatkan cahaya yang hangat dari matahari dan juga menghindari keramaian. Pemotretan di sebuah lokasi yang terkenal dan diserbu oleh turis2 akan sepi pada pagi buta, bukan?Dengan memotret pada pagi dan sore hari, matahari berada lebih dekat dengan garis horizon. Ini akan menciptakan lighting natural dari matahari yang lebih soft, dan juga lebih ‘warm’ atau hangat. Lighting soft ini akan memudahkan untuk mencapai exposure yang tepat untuk background dan model. Mood dari klien juga kadangkala buyar jika kepanasan, dan ini bisa dihindari pada saat sunset atau sunrise. Pada siang hari, matahari akan berada tepat di atas kita, dan ini akan menghasilkan shadow atau bayangan2 di bawah kantong mata sang model dan mengurangi kecantikannya. Jika anda tidak punya pilihan selain memotret di siang hari, usahakan memilih tempat yang rindang, agar dapat berlindung dari matahari.Walau kadang kita harus Break of the Rule ( dengan memasukkan sinar matahari ) untuk membangun mood / emosi romantisme. 



6.      Pose – Pilihlah pose yang sesuai dengan konsep dan tema pemotretan anda. Pose adalah unsur yang sangat berdampat dalam bercerita dengan menggunakan sebuah foto. Pose yang anggun dan formal tentunya cocok digunakan pada tema yang elegan, sedangkan pose yang fun dan lompat2an baiknya digunakan pada tema yang lebih casual atau relaxed. Perhatikan tangan klien anda, dan pastikan tangan mereka agar tidak kaku, dan selalu menyentuh tubuh dari partner mereka. Rangkulan yang romantis dan sentuhan tangan di pelipis adalah gerakan yang sangat kecil, namun berdampak luar biasa pada foto.

7        Make up artis  / penata rias untuk foto pre-wed Anda. Make-up yang bagus akan membuat foto pre-wed Anda terlihat indah dan menarik.

 


8        Aktifitas – Masalah yang sering ditemui oleh seorang fotografer adalah kehabisan pose. Nah, di saat2 seperti ini, instruksikan klien anda untuk melalukan sebuah aktifitas. Contohnya, sarankan klien anda untuk berjalan berdua ke suatu arah sambil berbincang2. Anda tentunya harus siap membidik secara candid dari depan ketika pasangan berjalan.