Berimprovisasi
dengan unsur berlawanan adalah penguat
dalam sebuah foto.
( Topik bahasan diskusi fotografi, DPC probplinggo 10 Jan 2016 )
Sudut pandang
kita tanpa terasa sudah biasa melihat semua hal yang ada, dalam bentuk 3 Dimensi, sedangkan kita selaku fotografer dituntut untuk lebih bisa
memvisualkan beberapa keadaan yang 3 dimensi itu menjadi 2 dimensi didalam
sebuah frame. Itulah tugas utama kita.
Untuk mensiasati
keadaan seperti itu dibutuhkanlah Ilmu photography & Improvisasi
didalamnya, berikut beberapa unsur yang bisa dijadikan contoh.
1.
Focus
& out of focus
( tehnik selektif focusing / bokeh )
2.
Black
& White
( theory / Memahami & menggunakan tehnik zona sistem )
3.
Gelap
& Terang
(
tercahayai dan tidak tercahayai )
4.
Diam
& bergerak.
( Slow speed , Panning, Zooming dan
Blurring )
a.Subyek utama hidup ( manusia,atau hewan )
b Subyek utama mati ( bangunan, atau benda )
5.
Tradisional
& Modern, Kasar & Halus, Tua & Muda, Besar & Kecil dll.
Dan secara bahasa
visual / interprestasi ( walaupun ini subyektif sekali dan tidak baku, tetap tergantung pada subyek ) , akan ada hal – hal yang ingin
disampaikan oleh fotografer yang bisa diartikan . . . !
Fokus / tajam sebagai pesan / perhatian yang utama, dan
bidang yang out of focus hanya
sebagai penunjang / perhatian utama.
B&W pernah dibahas pada bab terdahulu ( Kenapa, Kapan dan Bagaimana B&W dibuat )
Gelap bisa berarti mewakili kemuraman,
ketidak harmonisan, tidak adanya masa depan dll.
Diam simbolisasi ketenangan, tidak mampu bergerak,statis,
fokus utama yang
ingin disampaikan, bisa berarti kokoh pada
subyek bangunan dll.
Semoga beberapa
hal kecil ini mudah difahami dan diaplikasikan dalam sebuah foto sehingga nantinya akan bisa memperkuat isi foto kita.






