Kamis, 01 Oktober 2020

Table Top Photography / Still life photography



Table Top Photography secara umum biasa juga disebut sebagai Still Life Photography

         Table Top Photography adalah memotret berbagai jenis benda yang ada diatas meja mulai kotak kemasan, botol, kaleng, pecah belah, assesori, makanan / minuman yang mempunyai wadah, peralatan kantor, buah2an, sayuran, berbagai macam bunga, perhiasan, 

perlengkapan makan dan lain sebagainya. Meja khusus untuk keperluan ini biasa disebut sebagai Background Table atau seringkali sering disebut juga sebagai meja Table Top saja. Meja ini harus didesain sedemikian rupa agar bisa membantu kelancaran kerja fotografer.
Berbagai benda yang di foto, misal makanan / minuman, banyak diantaranya harus dilihat dengan sudut pandang tinggi, menengah atau rendah. Untuk penyampaiannya secara visual

Misalkan Sudut pandang tinggi digunakan untuk menimbulkan image  ( seakan-akan sesuai dengan sudut pandang / angle mata melihat hidangan diatas meja, dan kita siap melahapnya )
Table Top ini dapat ditemukan hampir di semua toko peralatan fotografi yang menyediakan peralatan studio foto. Harganya berkisar antara 2.5-3.5 juta rupiah



Atau kita juga bisa membuat sendiri meja tersebut, dengan seting seadanya tapi bisa juga dibuat secara permanen maupun dengan sistem knock-down agar meja tersebut dapat kita bongkar dan kita pasang lagi di manapun. Table Top Photography secara umum biasa juga disebut sebagai Still Life Photography.
                Istilah Still Life Photography  sendiri diambil dari Bahasa Inggris yang terdiri dari  “ still ” dan  “ life ”. Still yang artinya masih, tetap, diam (untuk benda mati) sedangkan life artinya hidup. Sehingga Still Life Photography berarti karya fotografi yang menjadikan benda mati sebagai objek agar lebih terlihat hidup atau berbicara kepada audience / pemerhati foto untuk menyampaikan  pesan. . Still life pun berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan emosional dari si pembuat foto. Still life mempunyai tiga unsur penting yang harus diperhatikan, agar gambar yang dihasilkan menjadi lebih hidup, yaitu: pencahayaan, komposisi, dan properti. 

Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata Still life banyak kita temui misalnya yang terdapat dalam brosur, iklan, kemasan product  dan sebagainya. hal ini disebabkan karena objek dari Still life berupa benda-benda mati yang di “ percantik ” sedemikian rupa agar terlihat menarik dan hidup.

Table Top Photography  yang  khusus memotret berbagai jenis makanan / minuman disebut juga Foto Makanan  ( Food Photography )

 Seorang fotografer makanan yang professional dapat menghasilkan foto yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga membuat foto makanan yang membangkitkan selera.
Yang perlu diperhatikan saat memotret makanan yaitu:
1. Apa jenis makanan yang akan kita foto?
2. Bagian sisi mana yang akan kita tonjolkan?
3. Bagaimana cara penyajian dari makanan tersebut.
4. Bagaimana mevisualkan makanan tersebut.
5. Dari angle mana foto ini akan dibuat
6. Mencoba bereksperimen & kreatif.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dari sisi teknik foto dan penggunaan kamera dalam foto still life:
a) Komposisi dan angle
b) Lighting
c) Background
d) White Balance
e) Tripod
f) Detail
g) Motret Macro
h) Be creative




Hal – hal  yang harus dikuasai ketika akan  memotret makanan ( Food Photography )

1.       Exposure Triangle (Segitiga Exposure)
Segitiga exposure merupakan dasar dalam photography, yang mencakup ISO, Aperture dan Speed Shutter. Semua saling berkaitan satu sama lain dan yang diperlukan cahaya untuk membuat sebuah foto.


 2. Lighting / Penyinaran / Pencahayaan 
Sinar / Cahaya sangat diperlukan dalam membuat sebuah foto, cahaya bisa natural atau buatan,   ( biasanya berupa flash). Sebelum memotret, perlu diperhatikan, apakah kita sudah mengerti dengan kamera yang kita miliki, cara kerja kamera, teknik motret, dasar-dasar motret dan sebagainya. Kemudian perhatikan juga cahaya itu berasal dari mana, natural atau tidak, setelah yakin, kita dapat melakukan motret, perhatikan juga, untuk objek fotonya, apakah diperlukan filter (disffuser) atau haruskan menggunakan reflektor.
Filter (diffuser) disini digunakan untuk mengurangi cahaya yang keras,


3. Composition ( Komposisi ) Rule of Third
Rules of third adalah penampakan seperti di atas, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga terdapat 9 area yang sama besar. Terdapat 4 titik pertemuan (titik merah). Titik ini disebut titik mata. Ketika kita menempatkan objek di titik itu maka secara keseluruhan foto akan menjadi dinamis komposisinya dan enak dilihat.

4. Perspective and Angle
Disini mengenai bagaimana si pemotret ingin memperlihatkan hasil potretannya, apakah close up atau semua penampakan objek. Untuk angle (posisi pengambilan foto dengan kamera) dalam food photography yang biasa digunakan adalah Eye level, 45 derajat (3/4 angle) dan overhead (BEV, Bird eye View).
 5. Styling
Siapkan properti, garnish dan mood. Sebelum memotret harus mengenali objek yang akan di foto, mood apa yang akan ditampilkan,misal mau menyajikan sayuran atau buah segar, minuman segar, kesan hangat, semua harus disiapkan. Tema apa yang akan ditampilkan, misal motret minuman, ingin minuman ini kelihatan segar, semprotkan air dengan spray didinding gelas, walaopun sudah ada embun dari es batunya. Ini akan memberikan kesan segar diminuman yang akan di foto.
6. Color Coordination
Warna dalam fotografi adalah elemen penting dalam fotografi.Pilihan warna memberikan persepsi kepada orang lain yang melihat foto. Potretlah objek yang memiliki warna yang enak dilihat mata, warna yang saling melengkapi, selaras dan warna yang triadic (warna yang memiliki 3 kombinasi warna).



Sumber
Still Life Photography
Oleh    : Abdul Karim Suhandha dan Dicky Aprisandy Fatah
Foto Iklan (Advertising Photography)
Oleh      : Sari Tarigan