Workshop Fotografi, Chandra
Wilwa Tikta
Pandaan 24 Febr 2016
1. Tidak
ada sejarah yang pasti kapan Foto
Prewedding itu mulai ada dan popular.
2.Berawal
dari kebiasaan, Hi class ( royal wedding bangsa eropa ), yang acara pernikahan dikemas,
seperti sebuah acara Premiere Film ,&
lebih popular dengan Engagement Photo.
3.Selamjutnya
beberapa, Pose mesra pasangan , sinetron asia berbau percintaan , seperti
meteor garden dsb. Turut berperan mempopulerkan Pre – Wedding.
4.Dan, era
90an, pasca terbukanya sistem
Ekonomi Cina dari yang sangat Komunis
bergeser menjadi sedikit lebih Kapitalis, Konsep pre wedding photography lebih berkembang
sangat pesat di cina,
5. Setelah itu, berkembang di
Taiwan, Hongkong, Jepang, hingga akhirnya menyentuh Indonesia.
6 Photo pre-wedding. telah menjadi trendsetter Asia.
Culture dan sifat
alami manusia. Asia terkenal dengan orang-orang yang ramah dan menyukai
keindahan, juga faktor alam yang indah
sehingga mereka suka mengabadikan moment yang menurut mereka akan menjadi
kenangan dan cerita bahagia, keturunan mereka.
7.Pada awal thn 2000,Istilah
Prewedding hanya populer di Indonesia.
Fotografi
prewed (begitu biasa disebut) terjadi karena kebiasaan di sini yang
”melebarkan” kegiatan pemotretan perkawinan sampai ke segala segi. ( lebih
kepada pengembangan bisnis )
8. Fotografi prewed hanya memotret sepasang calon pengantin untuk keperluan,:
Seperti untuk menghias undangan, untuk foto yang
dipasang di ruang resepsi, dan secara umum hanyalah foto dua manusia yang
sedang berbahagia.
Fotografi prewed mewajibkan seorang fotografer punya daftar tempat-tempat yang bagus untuk
latar belakang dan style pemotretan.
9.Jangan sepelekan bisnis fotografi
prewed ini.
Walau
umumnya sudah satu paket dengan fotografi pernikahan, fotografi prewed
telah menjadi batu loncat ratusan fotografer pemula untuk terjun ke dunia professional.
Fotografi prewed adalah cabang fotografi komersial yang termudah sekaligus
tersulit
Menguji kemampuan fotografer, dalam hal Ide, gagasan, konsep, tehnik dan
kemampuan fotografi, juga penguasaan pemasaran,
negoisasi, deal harga, dll.
a.Sudahkah punya gambaran tentang Konsep, Tema yang ingin dibuat,
b.Gali informasi keinginan klien kita sebanyak-
banyaknya . . .
c.Syukur kalau klien kita, sudah ada, gambaran
contoh fotonya . . . ( tinggal eksekusi )
d.Tawarkan, beberapa Ide / gagasan
menarik dari Anda untuk foto
keperluan pre-wed klien.
3. Persiapkan survey, spot pemotretan, arah jatuh sinar matahari ( jika memungkinkan ), Siapkan waktu pemotretan foto pre-wed klienAnda. Lakukanlah foto pre-wed tiga bulan sebelum acara hari H pernikahan. Untuk mendapatkan cahaya yang baik selama sesi pemotretan berlangsung, Anda bisa melakukan pemotretan pada pukul enam sampai sembilan pagi, atau sore hari pada pukul empat sore hingga satu jam sebelum matahari tenggelam. ( Golden Hours )
4. Tentukan lokasi untuk sesi pemotretan foto pre-wed anda. Sesuaikan, lokasi pemotretan dengan konsep yang sudah Anda miliki agar foto pre-wed terlihat sinkron dengan konsep yang ingin Anda usung.
5. Transport, akomodasi : Menyesuaikan dengan kebutuhan ( Pemotretan / lokasi )
6. Siapkan juga tempat : Base camp selama foto session berlangsung,
( Isoma, ruang ganti baju dll )
7. Siapkan seorang penata rias / Make up artis untuk foto pre-wed Anda. Make-up yang bagus akan membuat foto pre-wed Anda terlihat indah dan lebih menarik.
8.Memilih kostum / Wardobe, untuk pre-wed Anda. Sesuaikan kostum Anda dengan konsep pre-wed yang Anda inginkan agar foto Anda tidak aneh.
9. Siapkan properti tambahan agar foto pre-wed Anda terlihat unik dan lain daripada yang lain.
2. Ekspresi – Menurut saya, hal yang paling
penting dalam fotografi prewedding adalah menangkap ekspresi pasangan yang anda
foto. Untuk mendapatkan ekspresi yang ideal, seorang fotografer harus mampu
menjiwai klien nya, dan membuat mereka merasa nyaman dipotret oleh kita.
Pendekatan harus dilakukan mulai sejak pertemuan pertama dengan klien. Dengan
bersikap ramah, dan mendengarkan secara seksama apa yang mereka inginkan,
adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan hati mereka.
Jika waktu mengizinkan, bertemulah sekali lagi sebelum photosession, agar dapat mengenal lebih dalam lagi karakter dari klien anda. Gunakan waktu ini juga untuk berkonsultasi dengan mereka, dan menyamakan ekspektasi anda dan mereka. Bicarakan mengenai konsep, pakaian, dan jelaskan cara anda bekerja secara sekilas.
Jika waktu mengizinkan, bertemulah sekali lagi sebelum photosession, agar dapat mengenal lebih dalam lagi karakter dari klien anda. Gunakan waktu ini juga untuk berkonsultasi dengan mereka, dan menyamakan ekspektasi anda dan mereka. Bicarakan mengenai konsep, pakaian, dan jelaskan cara anda bekerja secara sekilas.
Foto
Ekspresi on Wedding #2
3. Lokasi – Untuk pemilihan lokasi tempat pemotretan,
biasanya klien akan punya beberapa pilihan yang mereka inginkan. Sang
fotografer juga tentunya harus memberi saran beberapa tempat yang bagus untuk
sesi pemotretan tersebut. Jangan lupa untuk memilih lokasi yang sesuai dengan
tema pemotretan anda. selalu memilih sebuah lokasi yang tidak terlalu ramai,
terutama pada saat2 awal pemotretan, agar lebih mudah untuk menjalin komunikasi
yang baik dengan klien, dan menghindari kegugupan dari mereka karena ditonton
oleh orang2 sekitarnya.
Foto Pre-Wedding kekuatan Lokasi #1
4. Wardrobe / Busana – Untuk memperkuat visualisasi
pasangan dari tema photo Prewedding anda, bahwa pasangan ini setia seia
sekata ( disimbolkan, kesamaan warna,
motif . . . ) Jangan lupa memilih kostum untuk pre-wed Anda. Dan Sesuaikan
kostum Anda dengan konsep pre-wed yang Anda inginkan agar foto Anda tidak aneh.
Waktu – Sang fotografer sebaiknya menjadwalkan sesi pemotretan pada sekitar matahari terbit ataupun terbenam. ( Golden Hours ). Kelvin Koh dari Singapura, selalu mengatur jadwal pemotretan tepat sebelum matahari terbit, dan sebelum matahari terbenam. Dia akan pastikan untuk memulai sesi pemotretan pada jadwal tersebut, agar mendapatkan cahaya yang hangat dari matahari dan juga menghindari keramaian. Pemotretan di sebuah lokasi yang terkenal dan diserbu oleh turis2 akan sepi pada pagi buta, bukan?Dengan memotret pada pagi dan sore hari, matahari berada lebih dekat dengan garis horizon. Ini akan menciptakan lighting natural dari matahari yang lebih soft, dan juga lebih ‘warm’ atau hangat. Lighting soft ini akan memudahkan untuk mencapai exposure yang tepat untuk background dan model. Mood dari klien juga kadangkala buyar jika kepanasan, dan ini bisa dihindari pada saat sunset atau sunrise. Pada siang hari, matahari akan berada tepat di atas kita, dan ini akan menghasilkan shadow atau bayangan2 di bawah kantong mata sang model dan mengurangi kecantikannya. Jika anda tidak punya pilihan selain memotret di siang hari, usahakan memilih tempat yang rindang, agar dapat berlindung dari matahari.Walau kadang kita harus Break of the Rule ( dengan memasukkan sinar matahari ) untuk membangun mood / emosi romantisme.
Waktu – Sang fotografer sebaiknya menjadwalkan sesi pemotretan pada sekitar matahari terbit ataupun terbenam. ( Golden Hours ). Kelvin Koh dari Singapura, selalu mengatur jadwal pemotretan tepat sebelum matahari terbit, dan sebelum matahari terbenam. Dia akan pastikan untuk memulai sesi pemotretan pada jadwal tersebut, agar mendapatkan cahaya yang hangat dari matahari dan juga menghindari keramaian. Pemotretan di sebuah lokasi yang terkenal dan diserbu oleh turis2 akan sepi pada pagi buta, bukan?Dengan memotret pada pagi dan sore hari, matahari berada lebih dekat dengan garis horizon. Ini akan menciptakan lighting natural dari matahari yang lebih soft, dan juga lebih ‘warm’ atau hangat. Lighting soft ini akan memudahkan untuk mencapai exposure yang tepat untuk background dan model. Mood dari klien juga kadangkala buyar jika kepanasan, dan ini bisa dihindari pada saat sunset atau sunrise. Pada siang hari, matahari akan berada tepat di atas kita, dan ini akan menghasilkan shadow atau bayangan2 di bawah kantong mata sang model dan mengurangi kecantikannya. Jika anda tidak punya pilihan selain memotret di siang hari, usahakan memilih tempat yang rindang, agar dapat berlindung dari matahari.Walau kadang kita harus Break of the Rule ( dengan memasukkan sinar matahari ) untuk membangun mood / emosi romantisme.
6. Pose – Pilihlah pose yang sesuai dengan
konsep dan tema pemotretan anda. Pose adalah unsur yang sangat berdampat dalam
bercerita dengan menggunakan sebuah foto. Pose yang anggun dan formal tentunya
cocok digunakan pada tema yang elegan, sedangkan pose yang fun dan lompat2an
baiknya digunakan pada tema yang lebih casual atau relaxed. Perhatikan tangan
klien anda, dan pastikan tangan mereka agar tidak kaku, dan selalu menyentuh
tubuh dari partner mereka. Rangkulan yang romantis dan sentuhan tangan di
pelipis adalah gerakan yang sangat kecil, namun berdampak luar biasa pada foto.
7
Make up artis
/ penata rias untuk foto pre-wed Anda. Make-up yang bagus akan
membuat foto pre-wed Anda terlihat indah dan menarik.
8
Aktifitas
– Masalah yang sering ditemui oleh
seorang fotografer adalah kehabisan pose. Nah, di saat2 seperti ini,
instruksikan klien anda untuk melalukan sebuah aktifitas. Contohnya, sarankan
klien anda untuk berjalan berdua ke suatu arah sambil berbincang2. Anda
tentunya harus siap membidik secara candid dari depan ketika pasangan berjalan.












Wahh artikelnya bagus gan, silahkan mampir di mari ya Jasa Foto Video Malang banyak diskonnya.
BalasHapus