Kamis, 21 Januari 2016

Unsur berlawanan dalam foto.




Berimprovisasi dengan unsur berlawanan adalah  penguat dalam sebuah foto.
(  Topik bahasan diskusi fotografi, DPC probplinggo 10 Jan 2016 )

Sudut pandang kita tanpa terasa sudah biasa melihat semua hal yang ada, dalam bentuk 3 Dimensi,  sedangkan kita  selaku fotografer dituntut untuk lebih bisa memvisualkan beberapa keadaan yang 3 dimensi itu menjadi 2 dimensi didalam sebuah frame. Itulah tugas utama kita.
Untuk mensiasati keadaan seperti itu dibutuhkanlah Ilmu photography & Improvisasi didalamnya, berikut beberapa unsur yang bisa dijadikan contoh.   

1.      Focus & out of focus
 (  tehnik selektif focusing / bokeh )  




 














2.      Black & White 


3.      Gelap & Terang
 ( tercahayai dan tidak tercahayai )







4.      Diam & bergerak.
(  Slow speed , Panning, Zooming dan Blurring )

 a.Subyek utama hidup ( manusia,atau hewan )


b Subyek utama mati ( bangunan, atau benda )

 

5.      Tradisional & Modern, Kasar & Halus, Tua & Muda, Besar & Kecil dll.


Dan secara bahasa visual / interprestasi ( walaupun ini subyektif sekali dan  tidak baku, tetap tergantung pada  subyek ) , akan ada hal – hal yang ingin disampaikan oleh fotografer yang bisa diartikan . . . ! 

Fokus / tajam sebagai pesan / perhatian yang utama,  dan bidang yang out of focus hanya sebagai penunjang / perhatian utama. 

B&W pernah dibahas pada bab terdahulu  (  Kenapa, Kapan dan Bagaimana B&W dibuat )
Gelap bisa berarti mewakili kemuraman,  ketidak harmonisan, tidak adanya masa depan dll.
Diam simbolisasi ketenangan, tidak mampu bergerak,statis, 
fokus utama yang ingin disampaikan,  bisa berarti kokoh pada subyek bangunan dll. 
 
Semoga beberapa hal kecil ini mudah difahami dan diaplikasikan dalam sebuah foto sehingga  nantinya akan bisa memperkuat isi foto kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar