Table
Top Photography secara umum biasa juga disebut sebagai Still Life Photography
Table Top Photography adalah memotret berbagai jenis
benda yang ada diatas meja mulai kotak kemasan,
botol, kaleng, pecah belah, assesori,
makanan / minuman yang
mempunyai wadah, peralatan kantor, buah2an, sayuran, berbagai macam bunga,
perhiasan,
Berbagai
benda yang di foto, misal makanan / minuman, banyak diantaranya harus dilihat
dengan sudut pandang tinggi, menengah atau rendah. Untuk penyampaiannya secara
visual
Misalkan Sudut pandang tinggi digunakan untuk menimbulkan image ( seakan-akan sesuai dengan sudut pandang / angle mata melihat hidangan diatas meja, dan kita siap melahapnya )
Misalkan Sudut pandang tinggi digunakan untuk menimbulkan image ( seakan-akan sesuai dengan sudut pandang / angle mata melihat hidangan diatas meja, dan kita siap melahapnya )
Table
Top ini dapat ditemukan hampir di semua toko peralatan fotografi yang
menyediakan peralatan studio foto. Harganya berkisar antara 2.5-3.5 juta
rupiah
Atau kita juga bisa membuat
sendiri meja tersebut, dengan seting seadanya tapi bisa juga dibuat secara
permanen maupun dengan sistem knock-down agar meja tersebut dapat kita bongkar
dan kita pasang lagi di manapun. Table Top Photography secara umum biasa
juga disebut sebagai Still Life Photography.
Istilah Still Life Photography sendiri diambil dari Bahasa Inggris
yang terdiri dari “ still ” dan “ life ”. Still yang artinya masih, tetap, diam
(untuk benda mati) sedangkan life artinya hidup. Sehingga Still Life
Photography berarti karya fotografi yang menjadikan benda mati sebagai objek
agar lebih terlihat hidup atau berbicara kepada audience / pemerhati foto untuk
menyampaikan pesan. . Still life
pun berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan emosional dari si pembuat foto.
Still life mempunyai tiga unsur penting yang harus diperhatikan, agar gambar
yang dihasilkan menjadi lebih hidup, yaitu: pencahayaan, komposisi, dan
properti.
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata Still life banyak
kita temui misalnya yang terdapat dalam brosur, iklan, kemasan product dan sebagainya. hal ini disebabkan karena
objek dari Still life berupa benda-benda mati yang di
“ percantik ” sedemikian rupa agar terlihat menarik dan hidup.
Table Top Photography yang khusus memotret berbagai jenis
makanan / minuman
disebut juga Foto Makanan ( Food
Photography )
Seorang fotografer makanan yang professional
dapat menghasilkan foto yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga membuat foto
makanan yang membangkitkan selera.
Yang perlu
diperhatikan saat memotret makanan yaitu:
1. Apa jenis makanan yang akan kita
foto?
2. Bagian sisi mana yang akan kita
tonjolkan?
3. Bagaimana cara penyajian dari
makanan tersebut.
4. Bagaimana mevisualkan makanan
tersebut.
5. Dari angle mana foto ini akan
dibuat
6. Mencoba bereksperimen &
kreatif.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan
dari sisi teknik foto dan penggunaan kamera dalam foto still life:
a)
Komposisi dan angle
b)
Lighting
c)
Background
d)
White Balance
e)
Tripod
f)
Detail
g)
Motret Macro
h) Be
creative
Hal – hal yang harus dikuasai ketika akan memotret makanan ( Food Photography )
1. Exposure
Triangle (Segitiga Exposure)
Segitiga exposure merupakan dasar dalam photography, yang mencakup ISO, Aperture dan Speed Shutter. Semua saling berkaitan satu sama lain dan yang diperlukan cahaya untuk membuat sebuah foto.
2. Lighting / Penyinaran / Pencahayaan
Sinar / Cahaya sangat diperlukan dalam membuat sebuah foto, cahaya bisa natural atau buatan, ( biasanya berupa flash). Sebelum memotret, perlu diperhatikan, apakah kita sudah mengerti dengan kamera yang kita miliki, cara kerja kamera, teknik motret, dasar-dasar motret dan sebagainya. Kemudian perhatikan juga cahaya itu berasal dari mana, natural atau tidak, setelah yakin, kita dapat melakukan motret, perhatikan juga, untuk objek fotonya, apakah diperlukan filter (disffuser) atau haruskan menggunakan reflektor.
Filter (diffuser) disini digunakan untuk mengurangi cahaya yang keras,
Segitiga exposure merupakan dasar dalam photography, yang mencakup ISO, Aperture dan Speed Shutter. Semua saling berkaitan satu sama lain dan yang diperlukan cahaya untuk membuat sebuah foto.
2. Lighting / Penyinaran / Pencahayaan
Sinar / Cahaya sangat diperlukan dalam membuat sebuah foto, cahaya bisa natural atau buatan, ( biasanya berupa flash). Sebelum memotret, perlu diperhatikan, apakah kita sudah mengerti dengan kamera yang kita miliki, cara kerja kamera, teknik motret, dasar-dasar motret dan sebagainya. Kemudian perhatikan juga cahaya itu berasal dari mana, natural atau tidak, setelah yakin, kita dapat melakukan motret, perhatikan juga, untuk objek fotonya, apakah diperlukan filter (disffuser) atau haruskan menggunakan reflektor.
Filter (diffuser) disini digunakan untuk mengurangi cahaya yang keras,
Rules of third
adalah penampakan seperti di atas, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama
besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga terdapat 9 area yang sama
besar. Terdapat 4 titik pertemuan (titik merah). Titik ini disebut titik mata.
Ketika kita menempatkan objek di titik itu maka secara keseluruhan foto akan
menjadi dinamis komposisinya dan enak dilihat.
4. Perspective and Angle
Disini mengenai bagaimana si pemotret ingin memperlihatkan hasil potretannya, apakah close up atau semua penampakan objek. Untuk angle (posisi pengambilan foto dengan kamera) dalam food photography yang biasa digunakan adalah Eye level, 45 derajat (3/4 angle) dan overhead (BEV, Bird eye View).
5. Styling
4. Perspective and Angle
Disini mengenai bagaimana si pemotret ingin memperlihatkan hasil potretannya, apakah close up atau semua penampakan objek. Untuk angle (posisi pengambilan foto dengan kamera) dalam food photography yang biasa digunakan adalah Eye level, 45 derajat (3/4 angle) dan overhead (BEV, Bird eye View).
5. Styling
Siapkan properti, garnish dan mood. Sebelum memotret harus mengenali objek yang
akan di foto, mood apa yang akan ditampilkan,misal mau menyajikan sayuran atau
buah segar, minuman segar, kesan hangat, semua harus disiapkan. Tema apa yang
akan ditampilkan, misal motret minuman, ingin minuman ini kelihatan segar,
semprotkan air dengan spray didinding gelas, walaopun sudah ada embun dari es
batunya. Ini akan memberikan kesan segar diminuman yang akan di foto.
6. Color Coordination
Warna dalam fotografi adalah elemen penting dalam fotografi.Pilihan warna memberikan persepsi kepada orang lain yang melihat foto. Potretlah objek yang memiliki warna yang enak dilihat mata, warna yang saling melengkapi, selaras dan warna yang triadic (warna yang memiliki 3 kombinasi warna).
6. Color Coordination
Warna dalam fotografi adalah elemen penting dalam fotografi.Pilihan warna memberikan persepsi kepada orang lain yang melihat foto. Potretlah objek yang memiliki warna yang enak dilihat mata, warna yang saling melengkapi, selaras dan warna yang triadic (warna yang memiliki 3 kombinasi warna).
Sumber
Still Life
Photography
Oleh : Abdul Karim Suhandha dan Dicky Aprisandy Fatah
Foto Iklan
(Advertising Photography)
Oleh :
Sari Tarigan






Waah...trimakasih atas ilmu nya pak hen... Saya sudah baca dan saya akan coba praktek kan nanti nya...
BalasHapusWah...postingannya sudah banyK nih. Jenis tulisannya kalau sama lebih menarik untuk dibaca pak, hehehe. Plus penataan gambar karena ada paragraf yang terpisah karena gambar. Trimakasih.
BalasHapusSemangat nge-blog pak.