Sore hari, 10 Juli 1949.
Panglima Besar Jenderal Soedirman mendatangi Gedung Agung Jogjakarta yang kala
itu dijadikan istana negara darurat. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden
Mohammad Hatta sudah menunggu sang panglima di beranda gedung. Mengenakan
blangkon dan mantel panjang hitam serta menggenggam tongkat di tangan kiri,
Panglima Soedirman berdiri dengan canggung di depan beranda. Soedirman sedang
kecewa kepada Soekarno dan Hatta.
Sebagai panglima tentara Soedirman memutuskan terus bergerilya melawan
agresi militer Belanda, sementara Soekarno-Hatta justru memilih jalur diplomasi
yang tak disukai kelompok militer.
Kecewa Soedirman kepada
Soekarno dan Hatta membuat langkah kakinya berat untuk masuk menemui dua karibnya
itu. Soekarno mengalah. Ia berdiri lalu mendatangi Soedirman, merangkul badan
sang jenderal yang kurus dan mulai sakit-sakitan. Saat memeluk Soedirman, mata
Soekarno menangkap sosok Frans Sumardjo Mendur, fotografer IPPHOS yang sedang
memegang kamera. “Momennya dapat tidak,” tanya Soekarno kepada Frans. “Terlalu
cepat,” Frans menjawab sambil menggeleng. “Kalau begitu, diulang adegan zoentjes-nya, pinta Bung Karno. Soekarno
kembali memeluk Soerdirman, dan Frans Mendur dengan sigap memotretnya. Klik!
Puluhan tahun kemudian,
foto Presiden Soekarno memeluk Jenderal Soedirman itu muncul di buku-buku
sejarah yang kita pelajari di sekolah-sekolah. Soekarno
menyadari kekuatan fotografi dan memanfaatkan kesempatan langka bersama
Jenderal Soedirman. Momentum itu sengaja diabadikan oleh Soekarno untuk
memunculkan kesan bahwa tidak ada friksi di antara militer dan pemerintah sipil
kala itu. Tidak ada pertentangan antara dirinya dengan Panglima Soedirman.
Ilustrasi kisah ini menggambarkan betapa pentingnya pengaruh fotografi. Waktu
tidak pernah bisa kembali, begitu juga momentum. Kelahiran fotografi,dalam sejarah
peradaban manusia, pada mulanya adalah usaha untuk mengawetkan ingatan tentang
peristiwa-peristiwa,agar tidak menguap begitu saja. Kinerja kamera diciptakan
sedemikian rupa untuk mengabadikan momentum dan menghentikan waktu, meski hanya dalam satu detik:Klik!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar